Rabu, 01 Desember 2010

2
LAPORAN PENDAHULUAN DENGAN Ca PARU

I.      Definisi
Menurut Hood Alsagaff, dkk. 1993, karsinoma bronkogenik adalah tumor ganas paru primer yang berasal dari saluran napas. Sedangkan menurut Susan Wilson dan June Thompson, 1990, kanker paru adalah suatu pertumbuhan yang tidak terkontrol dari sel anaplastik dalam paru.

II.      Etiologi
Seperti kanker pada umumnya, etiologi yang pasti dari karsinoma bronkogenik masih belum diketahui, namun diperkirakan bahwa inhalasi jangka panjang dari bahan karsinogenik merupakan faktor utama, tanpa mengesampingkan kemungkinan peranan predisposisi hubungan keluarga ataupun suku bangsa/ ras serta status immunologis. Bahan inhalasi karsinogenik yang banyak disorot adalah rokok. Selain itu beberapa factor yang dimungkinkan dapat ikut berperan dalam peningkatan angka kejadian kanker paru antara lain: asap dari pabrik/ industri yang mengandung asbestos, bahan radioaktif, uranium; penyakit TB paru, serta factor lingkungan lainnya.

III.      Patofisiologi
Bronchus (percabangan segmen atau subsegmen)
Trauma oleh arus udara ( Tar Rokok,paparan industri)
Bahan karsinogenik mengendap
Perubahan epitel silia dan mukosa/ulserasi Bronchus


 

Deskuamasi                            Produksi Mukus Meningkat


 

Cell cadangan (reserve cell) basal mukosa bronchus        Bersihan jalan nafas tidak efektif


 

                                Hyperplasi, metaplasi.

Cell Kanker


Manifestasi Klinis


 



Intrapulmoner      Intratorasik Ekstrapulmoner     Ektratorasik Non Metastatik  Ekstratorasik Metastatik

Kanker lumen branchus

Proksimal                       Distal
                                      
Sumbatan parsial     Bronkiektasis/Aktelektasis
atau total
                                                               
Sesak nafas       
(Wheezing)                   Gangguan Pertukaran gas

Pola Nafas tidak efektif



IV.      Klasifikasi
Pembagian praktis Ca Paru untuk tujuan pengobatan dibedakan menjadi:
1.      Small Cell Lung Cancer (SCLC)
2.      Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC/ karsinoma skuamosa, adeno karsinoma, karsinoma sel besar)
Sedangkan pembagian histologis menurut WHO 1999 untuk tumor paru dan tumor pleura adalah:
1.      Epithelial Tumors
a.       Benign: papiloma, adenoma
b.      Preinvasive Lesions: squamous dysplasia/ carcinoma in situ, atypical adenomatous hyperplasia, diffuse idiopathic pulmonary neuroendocrine cell hyperplasia
c.       Malignant: squamous cell carcinoma, small cell carcinoma, adenocarcinoma
d.      Large Cell Carcinoma
e.       Adenosquamous carcinoma
f.       Carcinoma woth pleomorphic sarcomatoid or sarcomatous elements
g.      Carcinoid tumors
h.      Carcinomas of salicary gland type
2.      Others: Soft tissue tumors
3.      Mesothelial tumors
4.      Miscellaneous tumors
5.      Lymphoproliferative diseases
6.      Secondary tumors
7.      Unclassified tumors
8.      Tumor-like lesions

V.      Gambaran Klinis
Pada fase awal, kebanyakan kanker paru tidak menunjukkan gejala-gejala klinis. Jika sudah menampakkan gejala, berarti pasien sudah dalam stadium lanjut. Gejala-gejala dapat bersifat:
1.      Lokal (tumor setempat)
a.       Batuk baru/ batuk lebih hebat pada batuk kronis
b.      Hemoptisis
c.       Mengi (wheezing, stridor) karena ada obstruksi saluran nafas
d.      Kadang terdapat kavitas seperti abses paru
e.       Atelektasis
2.      Invasi lokal
a.       Nyeri dada
b.      Dispnea karena efusi pleura
c.       Invasi ke pericardium à terjadi temponade/ aritmia
d.      Sindrom vena cava superior
e.       Sindrom Horner (facial anhidrosis, ptosis, miosis)
f.       Suara serak, karena penekanan pada nervus laryngeal recurrent
g.      Sindrom Pancoast, karena invasi pada pleksus brakialis dan saraf simpatis servikalis
3.      Gejala penyakit metastasis
a.       Pada otak, tulang, hati, adrenal
b.      Limfadenopati servikal dan supraklavikula (sering menyertai metastasis)
4.      Sindrom paraneoplastik à terdapat pada 10% kanker paru, dengan gejala:
a.       Sistemik: penurunan berat badan, anoreksia, demam
b.      Hematology: leukositosis, anemia, hiperkoagulasi
c.       Hipertrofi asteoartropati
d.      Neurologik: dementia, ataksia, tremor, neuropati perifer
e.       Neuromiopati
f.       Endokrin: sekresi berlebihan hormone paratiroid (hiperkalsemia)
g.      Dermatologic: eritema multiform, hyperkeratosis, jari tabuh
h.      Renal: syndrome of inappropriate andiuretic hormone (SIADH)
5.      Asimtomatik dengan kelainan radiologist
a.       Sering terdapat pada perokok dengan PPOK/ COPD yang terdeteksi secara radiologis
b.      Kelainan berupa nodul soliter

VI.      Prosedur Diagnostik
1.      Foto rontgen dada secara posterior-anterior (PA) dan lateral
2.      Pemeriksaan CT Scan pada thorak dan MRI
3.      Pemeriksaan Bone Scanning
4.      Pemeriksaan sitologi
5.      Pemeriksaan histopatologi à biopsy melalui bronkoskopi, trans torakal biopsy (TTB), torakoskopi, mediastinoskopi, torakotomi
6.      Pemeriksaan serologi/ tumor marker à CEA, NSE, Cyfra 21-1

VII.      Clinical Staging
Klasifikasi berdasarkan TNM : tumor, nodul dan metastase.
1. T : T0   : tidak tampak tumor primer
          T1   : diameter tumor < 3 cm, tanpa invasi ke bronkus
          T2   : diameter > 3 cm, dapat disertai atelektasis atau pneumonitis, namun  berjarak lebih dari 2 cm dari karina, serta belum ada efusi pleura.
          T3   : tumor ukuran besar dengan tanda invasi ke sekitar atau sudah dekat karina dan atau disetai efusi pleura.
2. N : N0  : tidak didapatkan penjalaran ke kelenjar limfe regional
          N1  : terdapat penjalaran ke kelenjar limfe hilus ipsilateral
          N2  : terdapat penjalaran ke kelenjar limfe mediastinum atau kontralateral
          N3  : terdapat penjalaran ke kelenjar limfe ekstratorakal
3. M : M0  : tidak terdapat metastase jauh
           M1   : sudah terdapat metastase jauh ke organ – organ lain.
Untuk staging kanker paru, sedikitnya diperlukan pemeriksaan CT Scan thorak, USG abdomen/ CT Scan abdomen, CT Scan otak, dan bone scanning

VIII.      Managemen Medis
1.      Manajemen umum : terapi radiasi
2.      Pembedahan : Lobektomi, pneumonektomi, dan reseksi.
3.      Terapi obat : kemoterapi

IX.      Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul
1.      Pola nafas tidak efektif b/d sindrom hipoventilasi
2.      Bersihan jalan nafas tidak efektif b/d adanya eksudat di alveolus
3.      Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b/d ketidakmampuan pemasukan/ mencerna/ mengabsorbsi zat-zat gizi karena factor biologis dan psikologis.


DAFTAR PUSTAKA
Alsagaff, Hood, dkk. 1993. Pengantar Ilmu Penyakit Paru. Airlangga University Press, Surabaya.
Lab/UPF Ilmu Penyakit Paru. 1994. Pedoman Diagnosis dan Terapi. RSUD Dokter Soetomo, Surabaya.
Sudoto, Aru W, dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI, Jakarta.
Wilson, Susan and Thompson, June. 1990. Respiratory Disorders. Mosby Year Book, Toronto.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

I was curious if you ever considered changing the page layout of your blog?
Its very well written; I love what youve got to say.
But maybe you could a little more in the way
of content so people could connect with it better.
Youve got an awful lot of text for only having 1 or 2 pictures.
Maybe you could space it out better?

My page - www.the-new-healthy.com

Anonim mengatakan...

whoah this weblog is wonderful i really like studying your posts.
Stay up the good work! You realize, lots
of persons are looking around for this info, you could help them greatly.


Look into my web page :: Best Sad Light

Poskan Komentar

 
. | © 2010 by DheTemplate.com | Supported by Promotions And Coupons Shopping & WordPress Theme 2 Blog